SEJARAH BERIDIRINYA PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH DI KABUPATEN SRAGEN

A. LATAR BELAKANG BERDIRINYA MUHAMMADIYAH DI KAB. SRAGEN

Latar belakang berdirinya Muhammadiyah di Kabupaten Sragen, tidak jauh berbeda dengan kelahiran Muhammadiyah secara nasional, antara lain sebagai berikut :
> Telah berkembangnya Muhammadiyah diberbagai daerah dan telah berlangsungnya Konggres Muhammadiyah yang ke-16 di Pekalongan tahun 1927.
> Berkat pendalaman para kaum Muslimin dan Muslimat Sragen terhadap Firman Allah dalam Al-Qur’an terutama:

  • a. Surat Ali Imran ayat 104 tentang amar ma’ruf nahi munkar.
  • b. Surat Al Maun yang terdari dari 7 ayat. Tentang mencintai anak yatim, sayang kepada fakir miskin.

> Perilaku masyarakat yang terikat oleh adat kebiasaan yang berkaitan dengan upacara kelahiran, perkawinan dan kematian yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya.
> Kurangnya lembaga pendidikan Islam atau tidak adanya pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah waktu itu.
> Arus Kristenisasi lewat pendirian Sekolah Kristen yang dibiayai oleh Zending baik di kota Sragen maupun Plupuh.

B. SEJARAH PERJUANGAN GERAKAN MUHAMMADIYAH DAERAH SRAGEN

Sampai dengan tahun 1926, secara nasional Muhammadiyah telah melangsungkan Konggresnya yang ke-15 di Surabaya, dan periode kepemimpinan Muhammadiyah di Pusat telah berlangsung 2 (dua) periode kepemimpinan :
a. Periode KH. Ahmad Dahlan Tahun 1912-1923
b. Periode KH. Ibrahim tahun 1923-1932

Masa Penjajahan (1926 – 1945)

Pengurus Pertama

Bapak Prawiromisastro (ayah dari Ibu Supini PPI) mulai merintis terbentuknya Muhammadiyah di Sragen. Tahun 1926 ini pulalah mulai terbentuk Muhammadiyah Cabang Sragen namun pengesahannya baru 2 tahun kemudian dengan SK. No.69/SK.PM, 1 Juli 1928. Kepengurusan Cabang Muhammadiyah Sragen disyahkan.

Adapun susunan pengurus PCM Sragen pertama antara lain :

  • Ketua : R.Ng. Tjitroseno (Pens. Asis. Wedana Warujayeng, Kediri)
  • Wakil Ketua : R.Ng. Wirjosumitro (Pens. Mantri Gardu Garam Poh Jaring, Sukodono) Ayah Ibu Suwarni Sukuswo.
  • Pembantu : R.Ng. Mangunmardowo (Pens. Asis. Wedana Boyolali), Sastrosudirjo (Pens. PUK /ayah Supadmo, Sragen Manggis), Tjitrohardojo (Juru Tulis Kaonderan Karangmalang).

Istri-istri beliau juga sebagai Aisyiayah dan memimpinya.

1926 – 1929

Pengurus ke-2

Tahun 1929 Pengurus periode II terbentuk.

  • Ketua : R.Ng. Wiryosumitro (Menantu Bp. Tjitroseno)
  • Wakil Ketua : R.Ng. Sastro Sumarto (Kepala SR I Sragen)
  • Sekretaris : R.Ng. Gitoatmojo ( Guru SR I Ngrampal)
  • Keuangan : Sastrowardoyo (Guru SR I Sragen)
  • Komisaris : R.Ng Surowardoyo (Krapyak), Mangunsumarto (Guru SR I Sragen), R.Ng, Puspowidjoyo (Pens. Peg. Candu Garam), Sastrongulomo (Al. Hadisumarto), Gito Santoso (Pens. Jawatan Penerangan)

Pada tahun 1930 Aisyiyah mengadakan ulang tahun, rapat akbar dan bazar diselenggarakan di halaman dan Pendopo Kabupaten Martonegaran (sekarang pasar cilik) dipimpin oleh Ibu Gitoatmojo dan pembicara oleh Ibu Demang Sukati. Dihadiri dan dilaksanakan berpakaian HW anak-anak kelas 5, 6, 7 Neutrale HIS dipimpin Mijnheer Soemarno.

Pernah mengadakan sholat Idhul Fitri dilapangan Murni dengan peserta 2 (dua) baris/shof bertindak sebagai imam dan Khotib Bapak Rois.

1929-1933

Pengurus Ke-3

Pengurus Periode III Tahun 1934-1940 susunan pengurunya diperbanyak dan ditambah :

  • Bagian Tabligh : R. Poedjopangripto
  • Bagian Pemuda : Darsohardjono (Guru SR I), Sudarman ( Guru SR I), Sutikno ( Guru SR. I)

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan, antara lain;

Mendirikan Sekolah NAS (Nederlands Aisyiyah School pada tahun 1936. Berstandart HIS bertempat di Sragen Dok. Sebagai guru-gurunya antara lain :

  • Ibu Walijah
  • Ibu Sumiyati
  • Ibu Sukati
  • Ibu Abdul Aziz
  • Ibu Indarsi
  • Ibu Supini

Mendirikan Sekolah Schakel School Kelas IV-XI. VII menerima murid dari Vervalgschool dan NAS Kelas IV. Sebagai guru-gurunya antara lain :

  • R.M Hartono
  • R. Soetomboel
  • Ibu Indrasti
  • Hadisumarto
  • Waloyo
  • Bp. Ibnu Abdullah
  • Bp. Sukarno

Pada tahun 1935 terbentuklah Muhammadiyah Group Plupuh namun ikut Cabang Solo, sebagai Ketuanya adalah Bapak Toto Suparno (Lurah Karangwaru). Kemudian pada tahun 1936 Grop Plupuh mendirikan S.R Muhammadiyah SP Kelas V dan sebagai Kepala Sekolahnya Bapak Hadi Suparmin. Yang menjadi guru-gurunya antara lain :

  • Trisnoharyono
  • Siswomartono
  • Wignyo Suparlan
  • Ismadi
  • Hadisumarto

Pada tahun 1935 dibentuk Group-Group (ranting) diberbagai daerah antara lain:

  • Gondang
  • Sukdono
  • Sambirejo
  • Gemolong
  • Karangmalang
  • Kalijambe
  • Sidoharjo
  • Masaran
Ketua Group Gondang berturut-turut :
  • Pringgoharjo (Sinder Kehutahan)
  • Sawiruddin
  • Parli dan Ibnu Abdullah salah seorang pengurus
Ketua Group Sukodono :

Cokrosudiro (Kep. SR Sukodono), perjuangan dakwahnya :

  • Mendirikan Mambaul Oelum (MO), Gurunya : Bapak Syomdani, Bapak Diryowikato
  • Dan mengadakan pengajian di 20 tempat secara rutin.
Ketua Group Sumberlawang :
  • Bapak Suhud (Naib Sumberlawang)
  • Bapak Abu Sujak (ayah bapak Mukibun)

Group-group lainnya belum diketahui ketuanya.

Tahun 1938 Group Plupuh mendirikan Sekolah CVO (Cursus Volks Onderwys) 2 tahun lama belajarnya. Kepala Sekolah dijabat oleh Bapak Tjiptohamijono, HR. Hasil belajar meluluskan 3 (tiga kali) antara :

  • 1940 : 24 Orang
  • 1941 : 21 Orang
  • 1942 : 27 Orang
Hari Anak Yatim 1938

Aisyiyah Kabupaten Sragen pada tahun 1938 mengadakan “Momen Aksi” yang disebut (Hari Anak Yatim). Kegiatannya antara lain mengumpulkan anak-anak yatim + 100 anak dan diberi makan dan pakain pantas pakai. Berbagai kegiatan dan amalan yang lain adalah :

  • Menentukan puasa dan Hari Raya sampai dengan Hisab
  • Sholat Idhul Fitri di Lapangan
  • Pembentukan Panitia Zakat fitrah dan Qurban
  • Mengadakan Khitanan Massal

3) Ibu Suprapti

Pada tahun 1918 dibentuk HW, Pemuda Muhammadiyah (SD Putusan Konggres ke-21 di Makasar 1932), diganti menjadi Bagian Pelatih. Dalam geraknya yang terbatas terutama pengajian-pengajian masih dapat berjalan di kota Sragen.

Perlu diketahui bahwa tanggal 7 Nopember 1943 Partai Masyumi dibentuk di Yogyakarta, didukung oleh PSII, NU dan Muhammadiyah. Partai ini diijinkan oleh Jepang berdiri untuk menggantikan MIAI (Majlis Islam A’la Indonesia), Federasi 13 Organisasi Muslim yang dibentuk pada tanggal 21 September 1937 di Surabaya), yang dibubarkan pada bulan Oktober 1943. karena MIAI sudah tidak didukung lagi oleh NU dan Muhammadiyah dan tidak memuaskan Jepang.

Dengan kelahiran Masyumi yang juga terbentuk di daerah-daerah maka sulit membedakan antara pengurus anggota Masyumi dan Muhammadiyah. Walaupun ada juga yang membagi tugas siapa yang aktif di Muhammadiyah dan siapa di Masyumi. Di Kabupaten Sragen Bapak Juwadi, Bapak Kasah, bapak Pratowo dan Bapak Abdul Aziz banyak mengambil kegiatan di bidang Kepartaian, walaupun juga tidak melupakan perjuangan Muhammadiyah. Pada tahun 1944 SR Sempoerna Aisyiyah dilokasi SMP Muhammadiyah sekarang ditutup Jepang. Dan digabungkan dengan SR Kristen menjadi SR Negeri. Guru-gurunya dijadikan Pegawai Negeri dan dipindah tempat di sekolah kosong, meja kursi dipinjamkan ke PMI Sragen.

1934 – 1945

Satu pemikiran pada “SEJARAH BERIDIRINYA PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH DI KABUPATEN SRAGEN”

Komentar ditutup.