hijrah 714x375

Tidak ada Hijrah setelah Fatkhul Makkah

No Comments

Photo of author

By MPI PDM Kab. Sragen

Khutbah Jum’at 9 Menit
Oleh: Muh. Nursalim

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَ بِالْهِجْرَةِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَبَشَّرَ الْمُهَاجِرِينَ بِالْمَغْفِرَةِ وَالأُجُورِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّهَا وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾ [آل عمران: 102].

Kaum muslimin yang dirahmati Allah

Bersyukur kita panjatkan kepada Allah swt. yang telah memberi nikmat iman, islam dan kesempatan. Sehingga pada siang yang cerah ini kita masih dapat menjalankan shalat jum’at. Semoga Allah menerima ibadah kita semua.

Shalawat serta salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Muhammad saw. panutan manusia ke jalan yang benar yaitu al islam. Alhamdulillah kita termasuk orang-orang yang mengikuti jejak langkah beliau. Semoga di hari kiamat nanti kita memperoleh syafaatnya. Amin

Sebagai khatib tentu tidak bosan-bosannya untuk mengajak hadirin selalu memperbaruhi iman dan taqwa kita semua. Karena dengan iman itulah hidup kita menjadi benar dan dengan iman pula kita dapat menikmati sisa hidup yang masih diberikan Allah.

Jamaah jum’at yang dirahmati Allah

Baru saja, kita memasuki tahun baru hijriah ke 1447. Angka tersebut dihitung sejak Rasulullah saw melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah. Tujuan hijrah tidak lain adalah untuk mempertahankan aqidah dan melangsungkan perjuangan Islam. Sebab selama 13 tahun di Mekah beliau dan para sahabatnya mengalami penindasan dan penyiksaan dari orang-orang kafir quraisy.

Karena itu hijrah menjadi ajaran penting di era tersebut. Hijrah wajib dilakukan oleh setiap orang yang beriman. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi mereka semua.

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَلَأَجْرُ الْآَخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ [النحل/41]

“Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan tempatkan mereka di dunia ini pada tempat yang baik. Dan sungguh, pahala di akhirat lebih besar, kalau mereka mengetahui.”

Hijrah itu terkait dengan pertahanan dan keamanan. Kaum muslimin secara politik dalam posisi lemah sehingga mereka mendapatkan penindasan dari orang-orang kafir. Jalan keluarnya adalah hijrah untuk menyelamatkan diri. Ajaran hijrah ini berakhir setelah pembebasan Mekah yang terjadi tahun 8 hijriah. Sebagaimana sebda nabi :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – لاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ ، وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada hijrah setelah penaklukan (Makkah), namun yang ada adalah jihad dan niat. Dan jika kalian diperintahkan untuk berangkat (berjihad), maka berangkatlah.” (HR. Bukhari )

Hadis ini disampaikan oleh Rasulullah ﷺ setelah Fathu Makkah (Penaklukan Kota Makkah) yang terjadi pada tahun ke-8 Hijriyah. Sebelum peristiwa ini, hijrah dari Makkah ke Madinah merupakan kewajiban bagi kaum Muslimin, terutama bagi mereka yang mengalami tekanan, penyiksaan, dan pembatasan dalam menjalankan agama. Namun setelah Makkah dibuka dan umat Islam menjadi kuat, fungsi hijrah sebagai penyelamatan agama dari negeri kafir menuju negeri Islam pun tidak lagi berlaku dalam bentuk sebelumnya.

Sebagai gantinya, hijrah tidak lagi dalam bentuk fisik tetapi hijrah ruhani dan spiritual. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab fathul bari. Ibnu Hajar Al Asqalani mengutip pendapat Abi Jamrah sebagai berikut:

قَالَ اِبْن أَبِي جَمْرَة مَا مُحَصِّله : إِنَّ هَذَا الْحَدِيث يُمْكِن تَنْزِيله عَلَى أَحْوَال السَّالِك لِأَنَّهُ أَوَّلًا يُؤْمَر بِهِجْرَةٍ مَأْلُوفه حَتَّى يَحْصُل لَهُ الْفَتْح ، فَإِذَا لَمْ يَحْصُل لَهُ أَمْر بِالْجِهَادِ وَهُوَ مُجَاهَدَة النَّفْس وَالشَّيْطَان مَعَ النِّيَّة الصَّالِحَة فِي ذَلِكَ .

Ibnu Abī Jamrah berkata dengan ringkas: Hadis ini bisa juga dimaknai dalam konteks keadaan seorang salik (penempuh jalan spiritual), bahwa awalnya ia diperintahkan untuk melakukan hijrah dari al-hal (keadaan) yang ia cintai atau terbiasa dengannya, hingga ia mendapatkan “fath” (pembukaan/pencerahan). Jika belum sampai pada tahap itu, maka ia diperintahkan untuk berjihad—yakni berjihad melawan hawa nafsu dan setan—dengan niat yang tulus dalam semua itu.

Kaum muslimin yang kami hormati

Intinya, bahwa momentum hijrah harus tetap dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas hidup dan ibadah kita. Karena tidak ada lagi kewajiban hijrah secara fisik. Tetapi yang ada adalah hijrah untuk memperbaiki diri. Langkah ini harus dilakukan dengan jihad dan niat. Maksudnya, dengan perjuangan yang keras masing-masing pribadi.

Misalnya, apabila kepingin sehat maka harus hijrah dari pola hidup sembrono kepada pola hidup sehat. Untuk bertambah ilmu perlu hijrah dari pemakaian hape yang semula hanya untuk hiburan berganti kepada membaca pengetahuan dan melihat ulasan ilmu. Agar semakin shalih, harus hijrah dari malas membaca alqur’an menjadi rajin baca alqur’an. Agar tembah pengetahuan tentang alqur’an harus hijrah dari membaca ayat alqur’an saja berhijrah kepada mentadabur dengan membaca terjemahan dan tafsirnya. Demikian pula kita harus hijrah dari bakhil menjadi darmawan. Begitulah makna hijrah yang dapat kita lakukan. Semoga kita dimudahkan Allah untuk berhijrah dalam makna tersebut.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah kedua
الحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُونَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا [الأحزاب: 70-71].

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَمَعُوا الْقَوْلَ فَاتَّبَعُوا أَحْسَنَهُ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَنَقِّ نِيَّاتِنَا، وَارْزُقْنَا الإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Tinggalkan komentar