SRAGEN — Program Green Village Muhammadiyah Sragen terus mengembangkan gerakan pemberdayaan dan ketahanan pangan berbasis lingkungan. Setelah sebelumnya melakukan penanaman bibit kelengkeng, kali ini Green Village Muhammadiyah Sragen melanjutkan kegiatan dengan menanam bibit semangka di Desa Wonokerso, Kecamatan Kedawung, Sragen.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pimpinan Pleno 13 Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM Sragen serta jajaran pengelola Green Village Muhammadiyah Sragen. Penanaman bibit semangka menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan lahan sekaligus mendorong kegiatan pertanian produktif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Green Village Muhammadiyah Sragen, H. Eko Wijiyono, M.M., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi aktivitas bercocok tanam, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam membangun kemandirian dan kebermanfaatan di tengah masyarakat.
“Green Village ini kami dorong agar tidak berhenti pada kegiatan menanam, tetapi bagaimana lahan yang ada bisa dikelola secara produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat. Kemarin kita menanam kelengkeng, sekarang kita mencoba budidaya semangka. Harapannya, kegiatan ini terus berkembang dan menjadi contoh bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengembangan berbagai jenis tanaman tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Semoga dari apa yang kita tanam hari ini nantinya dapat dipetik hasilnya, bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk amal usaha dan gerakan Muhammadiyah yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan penanaman bibit semangka di Wonokerso tersebut menjadi langkah lanjutan Green Village Muhammadiyah Sragen dalam mengembangkan kawasan produktif berbasis pertanian. Dengan keterlibatan pimpinan dan berbagai unsur Muhammadiyah, program ini diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif secara berkelanjutan.
