<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kultum &#8211; Khutbah &#8211; Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Sragen</title>
	<atom:link href="https://muhammadiyahsragen.or.id/category/kultum-khutbah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muhammadiyahsragen.or.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Aug 2026 02:01:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>

<image>
	<url>https://muhammadiyahsragen.or.id/wp-content/uploads/2024/07/cropped-Logo_Muhammadiyah-32x32.jpg</url>
	<title>Kultum &#8211; Khutbah &#8211; Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Sragen</title>
	<link>https://muhammadiyahsragen.or.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Khutbah: Pahlawan yang terkenal di langit walupun tidak dikenal di bumi</title>
		<link>https://muhammadiyahsragen.or.id/khutbah-pahlawan-yang-terkenal-di-langit-walupun-tidak-dikenal-di-bumi/</link>
					<comments>https://muhammadiyahsragen.or.id/khutbah-pahlawan-yang-terkenal-di-langit-walupun-tidak-dikenal-di-bumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mpiadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 02:01:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kultum - Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammadiyahsragen]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammdiyahberkemajuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahsragen.or.id/?p=2454</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Muh. Nursalim الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رُسُلَهُ هُدًى لِلْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ ... <a title="Khutbah: Pahlawan yang terkenal di langit walupun tidak dikenal di bumi" class="read-more" href="https://muhammadiyahsragen.or.id/khutbah-pahlawan-yang-terkenal-di-langit-walupun-tidak-dikenal-di-bumi/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Khutbah: Pahlawan yang terkenal di langit walupun tidak dikenal di bumi">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Oleh: Muh. Nursalim</p>



<p class="wp-block-paragraph">الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رُسُلَهُ هُدًى لِلْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ</p>



<p class="wp-block-paragraph"> أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ</p>



<p class="wp-block-paragraph">أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ</p>



<p class="wp-block-paragraph">أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.<br>قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ:</p>



<p class="wp-block-paragraph">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ<br>.<br>Jamaah Jum&#8217;at rahimakumullah,</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di setiap peringatan kemerdekaan, kita mengenang jasa para pahlawan. Nama-nama besar diabadikan dalam buku sejarah, jalan-jalan, gedung, dan monumen. Tetapi sesungguhnya, tidak semua pahlawan dikenal manusia. Ada banyak orang yang berjasa, namun namanya tidak pernah tercatat. Mereka bekerja dalam diam, berkorban tanpa sorotan, dan wafat tanpa diketahui makamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata, hal itu juga terjadi pada para nabi dan rasul. Sebagaimana firman Allah dalam surat an nisa 164.</p>



<p class="wp-block-paragraph">وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا [النساء/164]</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dan ada rasul-rasul yang telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, dan ada pula rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan kepadamu. Dan Allah telah berbicara langsung kepada Musa.&#8221; (QS. An-Nisa&#8217;: 164)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan mengutip sebuah hadis dari Abu Dzar, Ibnu Katsir memberi penjelasan berapa jumlah nabi dan rasul yang pernah di utus Allah di muka bumi ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">تفسير ابن كثير &#8211; (ج 2 / ص 471)<br>قال: قلت: يا رسول الله، كم الأنبياء؟ قال: &#8220;مائة ألف وأربعة وعشرون ألفا&#8221; قال: قلت: يا رسول الله، كم الرسل من ذلك؟ قال: &#8220;ثلاثمائة، وثلاثة عشر جمٌّ غَفيرٌ كثير طيب</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku (Abu Dzar) berkata, &#8216;Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para nabi?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Seratus dua puluh empat ribu.&#8217; Aku bertanya lagi, &#8216;Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para rasul di antara mereka?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Tiga ratus tiga belas orang; suatu jumlah yang sangat besar, banyak, dan baik.'&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ayat ini mengajarkan sesuatu yang sangat mendalam. Allah sendiri memberitahukan bahwa tidak semua rasul diceritakan kepada kita. Sebagian dikenal, tetapi sebagian besar tidak dikenal. Artinya, ada ratusan rasul bahkan puluhan ribu nabi yang namanya tidak kita ketahui. Padahal mereka adalah manusia-manusia pilihan Allah. Mereka berdakwah, menghadapi hinaan, penderitaan, ancaman bahkan pembunuhan. Tetapi nama mereka tidak diabadikan dalam Al-Qur&#8217;an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengapa?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena ukuran kemuliaan di sisi Allah bukanlah popularitas, melainkan keikhlasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jamaah yang dimuliakan Allah,</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di zaman sekarang, banyak orang berlomba-lomba agar dirinya terkenal. Bahkan saat ibadah pun sibuk mendokumentasikan untuk diviralkan. Padahal para nabi yang tidak disebutkan namanya itu mengajarkan bahwa berjuang tidak harus terkenal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin di kampung kita ada guru ngaji yang mengajar puluhan tahun tanpa menerima gaji. Tidak ada berita tentang dirinya. Ada marbot masjid yang setiap hari membuka pintu masjid, membersihkan lantai, mengumandangkan azan dan tidak pernah mendapat penghargaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada ibu yang membesarkan anak-anaknya dengan penuh kesabaran hingga menjadi orang-orang saleh. Ada ayah yang bekerja siang malam demi keluarganya, menjaga kehalalan rezeki. Ada petani yang menanam padi sehingga orang lain dapat makan. Mereka mungkin tidak dikenal masyarakat, tetapi dikenal oleh Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jamaah rahimakumullah,</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini juga demikian. Sejarah hanya mencatat sebagian nama pahlawan. Padahal, berapa banyak pejuang yang gugur tanpa makam yang diketahui? Berapa banyak rakyat biasa yang memberi makan para pejuang, menyembunyikan mereka, mengorbankan harta, bahkan nyawa, tetapi tidak pernah masuk buku sejarah?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka adalah pahlawan yang tidak dikenal manusia, tetapi tidak pernah dilupakan oleh Allah. Karena itu, jangan pernah berhenti berbuat baik hanya karena tidak dipuji. Jangan berhenti mengabdi hanya karena tidak dihargai. Jangan kecewa ketika jasa kita dilupakan manusia. Sebab tujuan seorang mukmin beramal bukan agar dikenang manusia, tetapi agar diterima oleh Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah sebagai berikut</p>



<p class="wp-block-paragraph">سنن ابن ماجه &#8211; (ج 12 / ص 138)<br>مُعَاذَ بْنَ َقَالَ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الأَبْرَارَ الأَتْقِيَاءَ الأَخْفِيَاءَ الَّذِينَ إِذَا غَابُوا لَمْ يُفْتَقَدُوا وَإِنْ حَضَرُوا لَمْ يُدْعَوْا وَلَمْ يُعْرَفُوا قُلُوبُهُمْ مَصَابِيحُ الْهُدَى يَخْرُجُونَ مِنْ كُلِّ غَبْرَاءَ مُظْلِمَةٍ</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Mu&#8217;adz bin Jabal radhiyallahu &#8216;anhu berkata. Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba yang baik, bertakwa, dan tidak suka menonjolkan diri. Apabila mereka tidak hadir, mereka tidak dicari. Apabila mereka hadir, mereka tidak dipanggil dan tidak dikenal. Hati mereka adalah obornya petunjuk. Mereka keluar dari setiap kegelapan yang pekat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pahlawan yang terkenal di langit meski dibumi tidak diketahui. Mereka ikhlas berjuang. Mereka tetap berbuat baik meskipun tidak ada yang melihat. Tetap bekerja meskipun tidak ada yang memuji. Tetap berkarya meskipun tidak ada yang memuja. Mereka tidak menuntut popularitas. Mereka hanya mengharap ridha Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga kita menjadi pahlawan bagi keluarga kita, bagi masjid kita, bagi masyarakat kita. Walaupun nama kita tidak pernah masuk sejarah, mudah-mudahan nama kita tercatat di sisi Allah sebagai hamba yang ikhlas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khutbah Kedua</p>



<p class="wp-block-paragraph">الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ</p>



<p class="wp-block-paragraph">أَمَّا بَعْدُ؛</p>



<p class="wp-block-paragraph">فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرُ زَادٍ لِيَوْمِ الْمَعَادِ، وَهِيَ وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ</p>



<p class="wp-block-paragraph">إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p>



<p class="wp-block-paragraph">اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ</p>



<p class="wp-block-paragraph">اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ</p>



<p class="wp-block-paragraph">اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَعْمَالَنَا كُلَّهَا صَالِحَةً، وَلِوَجْهِكَ خَالِصَةً، وَلَا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ فِيهَا شَيْئًا. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ، وَاجْعَلْ ذِكْرَنَا عِنْدَكَ خَيْرًا مِنْ ذِكْرِ النَّاسِ لَنَا، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى<br>رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</p>



<p class="wp-block-paragraph">عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ<br>فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahsragen.or.id/khutbah-pahlawan-yang-terkenal-di-langit-walupun-tidak-dikenal-di-bumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Maksiat Pertama</title>
		<link>https://muhammadiyahsragen.or.id/bukan-maksiat-pertama/</link>
					<comments>https://muhammadiyahsragen.or.id/bukan-maksiat-pertama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mpiadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kultum - Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[#kultum]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammadiyahsragen]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammdiyahberkemajuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahsragen.or.id/?p=2429</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Muhuhammad Nursalim Kalau ada orang selingkuh ketahuan. Atau korupsi ketangkap. Atau maksiat terbongkar. Dipastikan itu dilakukan bukan yang pertama. Itulah logika Umar bin Khatab. Saat dihadapkan kepadanya seorang pencuri. Sebagaimana disebut dalam kitab Al Muhala karya Ibn Hazm berikut: المحلى &#8211; (ج 11 / ص 158)عن أنس بن مالك قال: أتى عمر بن الخطاب ... <a title="Bukan Maksiat Pertama" class="read-more" href="https://muhammadiyahsragen.or.id/bukan-maksiat-pertama/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Bukan Maksiat Pertama">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Oleh: Muhuhammad Nursalim </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau ada orang selingkuh ketahuan. Atau korupsi ketangkap. Atau maksiat terbongkar. Dipastikan itu dilakukan bukan yang pertama. Itulah logika Umar bin Khatab. Saat dihadapkan kepadanya seorang pencuri. Sebagaimana disebut dalam kitab Al Muhala karya Ibn Hazm berikut:</p>



<p class="wp-block-paragraph">المحلى &#8211; (ج 11 / ص 158)<br>عن أنس بن مالك قال: أتى عمر بن الخطاب بسارق فقال: والله ما سرقت قبلها فقال له عمر: كذبت ورب عمر ما أخذ الله عبدا عند أول ذنب * وبه إلى ابن وهب عن عبد الله ابن سمعان بهذا وأن علي بن أبي طالب قال له: الله أحلم من أن يأخذ عبده في اول ذنب يا أمير المؤمنين فأمر به عمر فقطع فلما قطع قام إليه علي بن أبي طالب فقال له: أنشدك الله كم سرقت من مرة؟ قال له: احدى وعشرين مرة<br>.<br>Dari Anas bin Malik, ia berkata: Seorang pencuri dihadapkan kepada Umar bin al-Khattab. Pencuri itu berkata, &#8220;Demi Allah, aku belum pernah mencuri sebelum kali ini.&#8221; Umar menjawab, &#8220;Engkau berdusta! Demi Tuhan Umar, Allah tidak akan menghukum seorang hamba pada dosa yang pertama.&#8221;<br>Dengan sanad yang sama melalui Abdullah bin Wahb dari Abdullah bin Sam&#8217;an disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib berkata kepada Umar: &#8220;Allah lebih penyantun daripada menghukum hamba-Nya pada dosa yang pertama, wahai Amirul Mukminin.&#8221; Maka Umar memerintahkan agar tangan pencuri itu dipotong. Setelah hukuman dilaksanakan, Ali mendatanginya lalu berkata: &#8220;Aku memintamu demi Allah, sudah berapa kali engkau mencuri?&#8221; Orang itu menjawab: &#8220;Dua puluh satu kali.&#8221;</p>



<pre class="wp-block-code"><code>Jawaban itu membenarkan logika Umar. Ternyata pencurian yang membuatnya tertangkap bukanlah pencurian pertama, melainkan pencurian yang kedua puluh satu. Allah menutup aib manusia itu berkali-kali. Allah adalah As-Sattār, Dzat Yang Maha Menutup aib hamba-Nya. Betapa banyak dosa yang dilakukan manusia namun tidak langsung dipermalukan di hadapan orang lain.</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Seseorang mungkin telah berkali-kali menerima suap sebelum akhirnya tertangkap operasi tangkap tangan. Seorang koruptor mungkin telah bertahun-tahun menggerogoti uang negara sebelum akhirnya terendus aparat. Seorang pezina mungkin telah berkali-kali berbuat maksiat sebelum perselingkuhannya terbongkar. Seorang pembohong mungkin telah berulang kali berdusta sebelum akhirnya kedoknya terbuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Allah tidak tergesa-gesa membuka aib manusia. Dia memberi kesempatan untuk berhenti, menyesal, dan bertaubat. Karena itu Ali berkata, &#8220;Allah lebih penyantun daripada menghukum hamba-Nya pada dosa yang pertama.&#8221; Ketika sudah kebangetan. Barulah aib itu dibongkar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam ilmu kriminologi dikenal istilah bahwa kejahatan yang terungkap hanyalah sebagian kecil dari kejahatan yang sebenarnya terjadi. Yang Terbongkar Hanyalah Puncak Gunung Es. Begitu pula dalam kehidupan. Yang viral hanyalah satu video. Yang terbongkar hanyalah satu rekening. Yang diketahui publik hanya satu perselingkuhan. Padahal bisa jadi di belakangnya ada puluhan, bahkan ratusan perbuatan yang selama ini tersembunyi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah sebabnya Umar tidak mudah percaya kepada pengakuan pencuri. Beliau memahami tabiat manusia. Dosa yang sudah menjadi kebiasaan biasanya baru ketahuan setelah dilakukan berkali-kali. Ucapan Umar lebih merupakan firasat terhadap tabiat manusia. Beliau membaca bahwa sangat kecil kemungkinan seseorang langsung tertangkap pada percobaan pertamanya. Dan fakta membuktikan firasat itu benar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu jangan pernah merasa aman karena dosa kita belum diketahui orang lain. Bisa jadi Allah sedang menutupinya. Ia memberi waktu kepada hambanya untuk kembali dan menyadari atas kesalahan yang dilakukan. Tetapi jika kesempatan demi kesempatan diabaikan, suatu saat Allah membuka tabir yang selama ini menutupi aib itu. Ketika saat itu tiba, bukan hanya hukuman yang datang, melainkan juga hilangnya kehormatan yang selama bertahun-tahun dijaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka, ketika membaca berita si fulan ditangkap KPK, atau si anu dicokok aparat karena narkoba. Jangan bertepuk tangan dan marasa aman. Barangkali perbedaan antara kita dengan mereka hanya ini: Dosa mereka telah dibuka oleh Allah, sedangkan dosa kita masih ditutupi-Nya. Selama tabir itu belum disingkap, berhentilah maksiat. Jangan menunggu mengulangi ke duapauluh satu. Yang akhirnya viral sehingga kehormatan kita hancur di masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahsragen.or.id/bukan-maksiat-pertama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tidak ada Hijrah setelah Fatkhul Makkah</title>
		<link>https://muhammadiyahsragen.or.id/tidak-ada-hijrah-setelah-fatkhul-makkah/</link>
					<comments>https://muhammadiyahsragen.or.id/tidak-ada-hijrah-setelah-fatkhul-makkah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mpiadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2025 06:03:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kultum - Khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahsragen.or.id/?p=2339</guid>

					<description><![CDATA[Khutbah Jum’at 9 MenitOleh: Muh. Nursalim الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَ بِالْهِجْرَةِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَبَشَّرَ الْمُهَاجِرِينَ بِالْمَغْفِرَةِ وَالأُجُورِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى ... <a title="Tidak ada Hijrah setelah Fatkhul Makkah" class="read-more" href="https://muhammadiyahsragen.or.id/tidak-ada-hijrah-setelah-fatkhul-makkah/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Tidak ada Hijrah setelah Fatkhul Makkah">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Khutbah Jum’at 9 Menit<br>Oleh: Muh. Nursalim</p>



<p class="wp-block-paragraph">الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَ بِالْهِجْرَةِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَبَشَّرَ الْمُهَاجِرِينَ بِالْمَغْفِرَةِ وَالأُجُورِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.</p>



<p class="wp-block-paragraph">أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّهَا وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾ [آل عمران: 102].</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kaum muslimin yang dirahmati Allah</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bersyukur kita panjatkan kepada Allah swt. yang telah memberi nikmat iman, islam dan kesempatan. Sehingga pada siang yang cerah ini kita masih dapat menjalankan shalat jum’at. Semoga Allah menerima ibadah kita semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Shalawat serta salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Muhammad saw. panutan manusia ke jalan yang benar yaitu al islam. Alhamdulillah kita termasuk orang-orang yang mengikuti jejak langkah beliau. Semoga di hari kiamat nanti kita memperoleh syafaatnya. Amin</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai khatib tentu tidak bosan-bosannya untuk mengajak hadirin selalu memperbaruhi iman dan taqwa kita semua. Karena dengan iman itulah hidup kita menjadi benar dan dengan iman pula kita dapat menikmati sisa hidup yang masih diberikan Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jamaah jum’at yang dirahmati Allah</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baru saja, kita memasuki tahun baru hijriah ke 1447. Angka tersebut dihitung sejak Rasulullah saw melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah. Tujuan hijrah tidak lain adalah untuk mempertahankan aqidah dan melangsungkan perjuangan Islam. Sebab selama 13 tahun di Mekah beliau dan para sahabatnya mengalami penindasan dan penyiksaan dari orang-orang kafir quraisy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu hijrah menjadi ajaran penting di era tersebut. Hijrah wajib dilakukan oleh setiap orang yang beriman. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi mereka semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَلَأَجْرُ الْآَخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ [النحل/41]</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan tempatkan mereka di dunia ini pada tempat yang baik. Dan sungguh, pahala di akhirat lebih besar, kalau mereka mengetahui.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hijrah itu terkait dengan pertahanan dan keamanan. Kaum muslimin secara politik dalam posisi lemah sehingga mereka mendapatkan penindasan dari orang-orang kafir. Jalan keluarnya adalah hijrah untuk menyelamatkan diri. Ajaran hijrah ini berakhir setelah pembebasan Mekah yang terjadi tahun 8 hijriah. Sebagaimana sebda nabi :</p>



<p class="wp-block-paragraph">عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ &#8211; رضى الله عنهما &#8211; قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ &#8211; صلى الله عليه وسلم &#8211; لاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ ، وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada hijrah setelah penaklukan (Makkah), namun yang ada adalah jihad dan niat. Dan jika kalian diperintahkan untuk berangkat (berjihad), maka berangkatlah.” (HR. Bukhari )</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hadis ini disampaikan oleh Rasulullah ﷺ setelah Fathu Makkah (Penaklukan Kota Makkah) yang terjadi pada tahun ke-8 Hijriyah. Sebelum peristiwa ini, hijrah dari Makkah ke Madinah merupakan kewajiban bagi kaum Muslimin, terutama bagi mereka yang mengalami tekanan, penyiksaan, dan pembatasan dalam menjalankan agama. Namun setelah Makkah dibuka dan umat Islam menjadi kuat, fungsi hijrah sebagai penyelamatan agama dari negeri kafir menuju negeri Islam pun tidak lagi berlaku dalam bentuk sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai gantinya, hijrah tidak lagi dalam bentuk fisik tetapi hijrah ruhani dan spiritual. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab fathul bari. Ibnu Hajar Al Asqalani mengutip pendapat Abi Jamrah sebagai berikut:</p>



<p class="wp-block-paragraph">قَالَ اِبْن أَبِي جَمْرَة مَا مُحَصِّله : إِنَّ هَذَا الْحَدِيث يُمْكِن تَنْزِيله عَلَى أَحْوَال السَّالِك لِأَنَّهُ أَوَّلًا يُؤْمَر بِهِجْرَةٍ مَأْلُوفه حَتَّى يَحْصُل لَهُ الْفَتْح ، فَإِذَا لَمْ يَحْصُل لَهُ أَمْر بِالْجِهَادِ وَهُوَ مُجَاهَدَة النَّفْس وَالشَّيْطَان مَعَ النِّيَّة الصَّالِحَة فِي ذَلِكَ .</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ibnu Abī Jamrah berkata dengan ringkas: Hadis ini bisa juga dimaknai dalam konteks keadaan seorang salik (penempuh jalan spiritual), bahwa awalnya ia diperintahkan untuk melakukan hijrah dari al-hal (keadaan) yang ia cintai atau terbiasa dengannya, hingga ia mendapatkan &#8220;fath&#8221; (pembukaan/pencerahan). Jika belum sampai pada tahap itu, maka ia diperintahkan untuk berjihad—yakni berjihad melawan hawa nafsu dan setan—dengan niat yang tulus dalam semua itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kaum muslimin yang kami hormati</p>



<p class="wp-block-paragraph">Intinya, bahwa momentum hijrah harus tetap dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas hidup dan ibadah kita. Karena tidak ada lagi kewajiban hijrah secara fisik. Tetapi yang ada adalah hijrah untuk memperbaiki diri. Langkah ini harus dilakukan dengan jihad dan niat. Maksudnya, dengan perjuangan yang keras masing-masing pribadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya, apabila kepingin sehat maka harus hijrah dari pola hidup sembrono kepada pola hidup sehat. Untuk bertambah ilmu perlu hijrah dari pemakaian hape yang semula hanya untuk hiburan berganti kepada membaca pengetahuan dan melihat ulasan ilmu. Agar semakin shalih, harus hijrah dari malas membaca alqur’an menjadi rajin baca alqur’an. Agar tembah pengetahuan tentang alqur’an harus hijrah dari membaca ayat alqur’an saja berhijrah kepada mentadabur dengan membaca terjemahan dan tafsirnya. Demikian pula kita harus hijrah dari bakhil menjadi darmawan. Begitulah makna hijrah yang dapat kita lakukan. Semoga kita dimudahkan Allah untuk berhijrah dalam makna tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.<br>أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khutbah kedua<br>الحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.</p>



<p class="wp-block-paragraph">اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ<br>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُونَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ:</p>



<p class="wp-block-paragraph">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا [الأحزاب: 70-71].</p>



<p class="wp-block-paragraph">اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.</p>



<p class="wp-block-paragraph">اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ.<br>اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَمَعُوا الْقَوْلَ فَاتَّبَعُوا أَحْسَنَهُ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَنَقِّ نِيَّاتِنَا، وَارْزُقْنَا الإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ.</p>



<p class="wp-block-paragraph">عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.</p>



<p class="wp-block-paragraph">فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahsragen.or.id/tidak-ada-hijrah-setelah-fatkhul-makkah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
