Sragen, 17 Juli 2026-Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen bersama Tim Green Village kembali memperkuat langkah nyata pemberdayaan umat melalui launching dan penanaman perdana Program Green Village Kampung Kelengkeng yang berlangsung di Dukuh Ngijo, Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.
Kegiatan kolaboratif ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Kedungwaduk dan Pemerintah Kecamatan Karangmalang sebagai bentuk sinergi dalam pengembangan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan dan wisata desa.
Ketua PDM Sragen, Ustadz Ali Rosyidhi, S.Pd.,M.M., menegaskan bahwa program tersebut merupakan ikhtiar berkelanjutan Muhammadiyah Sragen untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memberdayakan masyarakat.
“Program ini merupakan ikhtiar berkelanjutan kita untuk menyelamatkan bumi bagi generasi yang akan datang. Maka dari itu, mari manfaatkan tanah kita secara produktif, jangan sampai ada sejengkal tanah yang dibiarkan menganggur,”
ujar Ustadz Ali Rosyidhi.
Dukungan juga disampaikan oleh Camat Karangmalang Dani Wahyu Setiawan, S.STP.,MH., yang menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program yang digagas Muhammadiyah Sragen. Ia berharap Green Village Kampung Kelengkeng dapat menjadi pionir pengembangan desa wisata yang mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat.
“Harapannya, Muhammadiyah Sragen dapat menjadikan Dukuh Ngijo sebagai salah satu desa wisata yang berdaya dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat,”
ungkapnya.
Sebagai bentuk nyata kolaborasi antar pihak, penanaman perdana dilakukan dengan menanam 51 pohon kelengkeng di atas tanah wakaf produktif seluas 3.000 meter persegi.
Pada November 2026 nanti, bertepatan dengan rangkaian peringatan Milad Muhammadiyah ke-114, program ini direncanakan menggelar panen bersama yang akan dihadiri oleh Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Program Green Village juga menargetkan pada tahun 2027 telah tertanam 50.000 pohon kelengkeng di lahan wakaf produktif muhammadiyah Sragen. Target tersebut diharapkan mampu melahirkan ranting dan cabang unggulan Muhammadiyah yang tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan pengembangan desa wisata berbasis masyarakat.
