<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#muhammdiyahberkemajuan &#8211; Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Sragen</title>
	<atom:link href="https://muhammadiyahsragen.or.id/tag/muhammdiyahberkemajuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muhammadiyahsragen.or.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Aug 2026 02:01:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://muhammadiyahsragen.or.id/wp-content/uploads/2024/07/cropped-Logo_Muhammadiyah-32x32.jpg</url>
	<title>#muhammdiyahberkemajuan &#8211; Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Sragen</title>
	<link>https://muhammadiyahsragen.or.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Khutbah: Pahlawan yang terkenal di langit walupun tidak dikenal di bumi</title>
		<link>https://muhammadiyahsragen.or.id/khutbah-pahlawan-yang-terkenal-di-langit-walupun-tidak-dikenal-di-bumi/</link>
					<comments>https://muhammadiyahsragen.or.id/khutbah-pahlawan-yang-terkenal-di-langit-walupun-tidak-dikenal-di-bumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mpiadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 02:01:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kultum - Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammadiyahsragen]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammdiyahberkemajuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahsragen.or.id/?p=2454</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Muh. Nursalim الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رُسُلَهُ هُدًى لِلْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ ... <a title="Khutbah: Pahlawan yang terkenal di langit walupun tidak dikenal di bumi" class="read-more" href="https://muhammadiyahsragen.or.id/khutbah-pahlawan-yang-terkenal-di-langit-walupun-tidak-dikenal-di-bumi/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Khutbah: Pahlawan yang terkenal di langit walupun tidak dikenal di bumi">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Oleh: Muh. Nursalim</p>



<p class="wp-block-paragraph">الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رُسُلَهُ هُدًى لِلْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ</p>



<p class="wp-block-paragraph"> أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ</p>



<p class="wp-block-paragraph">أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ</p>



<p class="wp-block-paragraph">أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.<br>قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ:</p>



<p class="wp-block-paragraph">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ<br>.<br>Jamaah Jum&#8217;at rahimakumullah,</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di setiap peringatan kemerdekaan, kita mengenang jasa para pahlawan. Nama-nama besar diabadikan dalam buku sejarah, jalan-jalan, gedung, dan monumen. Tetapi sesungguhnya, tidak semua pahlawan dikenal manusia. Ada banyak orang yang berjasa, namun namanya tidak pernah tercatat. Mereka bekerja dalam diam, berkorban tanpa sorotan, dan wafat tanpa diketahui makamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata, hal itu juga terjadi pada para nabi dan rasul. Sebagaimana firman Allah dalam surat an nisa 164.</p>



<p class="wp-block-paragraph">وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا [النساء/164]</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dan ada rasul-rasul yang telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, dan ada pula rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan kepadamu. Dan Allah telah berbicara langsung kepada Musa.&#8221; (QS. An-Nisa&#8217;: 164)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan mengutip sebuah hadis dari Abu Dzar, Ibnu Katsir memberi penjelasan berapa jumlah nabi dan rasul yang pernah di utus Allah di muka bumi ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">تفسير ابن كثير &#8211; (ج 2 / ص 471)<br>قال: قلت: يا رسول الله، كم الأنبياء؟ قال: &#8220;مائة ألف وأربعة وعشرون ألفا&#8221; قال: قلت: يا رسول الله، كم الرسل من ذلك؟ قال: &#8220;ثلاثمائة، وثلاثة عشر جمٌّ غَفيرٌ كثير طيب</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku (Abu Dzar) berkata, &#8216;Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para nabi?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Seratus dua puluh empat ribu.&#8217; Aku bertanya lagi, &#8216;Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para rasul di antara mereka?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Tiga ratus tiga belas orang; suatu jumlah yang sangat besar, banyak, dan baik.'&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ayat ini mengajarkan sesuatu yang sangat mendalam. Allah sendiri memberitahukan bahwa tidak semua rasul diceritakan kepada kita. Sebagian dikenal, tetapi sebagian besar tidak dikenal. Artinya, ada ratusan rasul bahkan puluhan ribu nabi yang namanya tidak kita ketahui. Padahal mereka adalah manusia-manusia pilihan Allah. Mereka berdakwah, menghadapi hinaan, penderitaan, ancaman bahkan pembunuhan. Tetapi nama mereka tidak diabadikan dalam Al-Qur&#8217;an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengapa?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena ukuran kemuliaan di sisi Allah bukanlah popularitas, melainkan keikhlasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jamaah yang dimuliakan Allah,</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di zaman sekarang, banyak orang berlomba-lomba agar dirinya terkenal. Bahkan saat ibadah pun sibuk mendokumentasikan untuk diviralkan. Padahal para nabi yang tidak disebutkan namanya itu mengajarkan bahwa berjuang tidak harus terkenal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin di kampung kita ada guru ngaji yang mengajar puluhan tahun tanpa menerima gaji. Tidak ada berita tentang dirinya. Ada marbot masjid yang setiap hari membuka pintu masjid, membersihkan lantai, mengumandangkan azan dan tidak pernah mendapat penghargaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada ibu yang membesarkan anak-anaknya dengan penuh kesabaran hingga menjadi orang-orang saleh. Ada ayah yang bekerja siang malam demi keluarganya, menjaga kehalalan rezeki. Ada petani yang menanam padi sehingga orang lain dapat makan. Mereka mungkin tidak dikenal masyarakat, tetapi dikenal oleh Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jamaah rahimakumullah,</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini juga demikian. Sejarah hanya mencatat sebagian nama pahlawan. Padahal, berapa banyak pejuang yang gugur tanpa makam yang diketahui? Berapa banyak rakyat biasa yang memberi makan para pejuang, menyembunyikan mereka, mengorbankan harta, bahkan nyawa, tetapi tidak pernah masuk buku sejarah?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka adalah pahlawan yang tidak dikenal manusia, tetapi tidak pernah dilupakan oleh Allah. Karena itu, jangan pernah berhenti berbuat baik hanya karena tidak dipuji. Jangan berhenti mengabdi hanya karena tidak dihargai. Jangan kecewa ketika jasa kita dilupakan manusia. Sebab tujuan seorang mukmin beramal bukan agar dikenang manusia, tetapi agar diterima oleh Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah sebagai berikut</p>



<p class="wp-block-paragraph">سنن ابن ماجه &#8211; (ج 12 / ص 138)<br>مُعَاذَ بْنَ َقَالَ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الأَبْرَارَ الأَتْقِيَاءَ الأَخْفِيَاءَ الَّذِينَ إِذَا غَابُوا لَمْ يُفْتَقَدُوا وَإِنْ حَضَرُوا لَمْ يُدْعَوْا وَلَمْ يُعْرَفُوا قُلُوبُهُمْ مَصَابِيحُ الْهُدَى يَخْرُجُونَ مِنْ كُلِّ غَبْرَاءَ مُظْلِمَةٍ</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Mu&#8217;adz bin Jabal radhiyallahu &#8216;anhu berkata. Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba yang baik, bertakwa, dan tidak suka menonjolkan diri. Apabila mereka tidak hadir, mereka tidak dicari. Apabila mereka hadir, mereka tidak dipanggil dan tidak dikenal. Hati mereka adalah obornya petunjuk. Mereka keluar dari setiap kegelapan yang pekat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pahlawan yang terkenal di langit meski dibumi tidak diketahui. Mereka ikhlas berjuang. Mereka tetap berbuat baik meskipun tidak ada yang melihat. Tetap bekerja meskipun tidak ada yang memuji. Tetap berkarya meskipun tidak ada yang memuja. Mereka tidak menuntut popularitas. Mereka hanya mengharap ridha Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga kita menjadi pahlawan bagi keluarga kita, bagi masjid kita, bagi masyarakat kita. Walaupun nama kita tidak pernah masuk sejarah, mudah-mudahan nama kita tercatat di sisi Allah sebagai hamba yang ikhlas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Khutbah Kedua</p>



<p class="wp-block-paragraph">الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ</p>



<p class="wp-block-paragraph">أَمَّا بَعْدُ؛</p>



<p class="wp-block-paragraph">فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرُ زَادٍ لِيَوْمِ الْمَعَادِ، وَهِيَ وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ</p>



<p class="wp-block-paragraph">إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p>



<p class="wp-block-paragraph">اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ</p>



<p class="wp-block-paragraph">اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ</p>



<p class="wp-block-paragraph">اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَعْمَالَنَا كُلَّهَا صَالِحَةً، وَلِوَجْهِكَ خَالِصَةً، وَلَا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ فِيهَا شَيْئًا. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ، وَاجْعَلْ ذِكْرَنَا عِنْدَكَ خَيْرًا مِنْ ذِكْرِ النَّاسِ لَنَا، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى<br>رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</p>



<p class="wp-block-paragraph">عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ<br>فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahsragen.or.id/khutbah-pahlawan-yang-terkenal-di-langit-walupun-tidak-dikenal-di-bumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muhammadiyah Sragen Gelar Rapat Kerja, Bahas Capaian KPI Q2 Majelis, Lembaga, dan Ortom</title>
		<link>https://muhammadiyahsragen.or.id/muhammadiyah-sragen-gelar-rapat-kerja-bahas-capaian-kpi-q2-majelis-lembaga-dan-ortom/</link>
					<comments>https://muhammadiyahsragen.or.id/muhammadiyah-sragen-gelar-rapat-kerja-bahas-capaian-kpi-q2-majelis-lembaga-dan-ortom/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mpiadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 12:10:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan PDM]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammadiyahsragen]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammdiyahberkemajuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahsragen.or.id/?p=2443</guid>

					<description><![CDATA[Sragen, 4 Agustus 2026 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen menggelar Rapat Kerja Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sragen pada Selasa (4/8) di Gedung KBIHU Muhammadiyah Sragen. Kegiatan ini dihadiri oleh 13 pleno PDM Sragen, ketua dan sekretaris 21 majelis dan lembaga, serta 6 Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah Sragen sebagai forum evaluasi dan penguatan pelaksanaan program persyarikatan. ... <a title="Muhammadiyah Sragen Gelar Rapat Kerja, Bahas Capaian KPI Q2 Majelis, Lembaga, dan Ortom" class="read-more" href="https://muhammadiyahsragen.or.id/muhammadiyah-sragen-gelar-rapat-kerja-bahas-capaian-kpi-q2-majelis-lembaga-dan-ortom/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Muhammadiyah Sragen Gelar Rapat Kerja, Bahas Capaian KPI Q2 Majelis, Lembaga, dan Ortom">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sragen, 4 Agustus 2026 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen menggelar Rapat Kerja Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sragen pada Selasa (4/8) di Gedung KBIHU Muhammadiyah Sragen. Kegiatan ini dihadiri oleh 13 pleno PDM Sragen, ketua dan sekretaris 21 majelis dan lembaga, serta 6 Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah Sragen sebagai forum evaluasi dan penguatan pelaksanaan program persyarikatan.</p>


<div class="gb-container gb-container-f575fc58">

<p class="wp-block-paragraph"></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://muhammadiyahsragen.or.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2911-1024x768.jpeg" alt="img 2911" class="wp-image-2445" srcset="https://muhammadiyahsragen.or.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2911-1024x768.jpeg 1024w, https://muhammadiyahsragen.or.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2911-300x225.jpeg 300w, https://muhammadiyahsragen.or.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2911-768x576.jpeg 768w, https://muhammadiyahsragen.or.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2911-1536x1152.jpeg 1536w, https://muhammadiyahsragen.or.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_2911-2048x1536.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>

</div>


<p class="wp-block-paragraph">Agenda rapat meliputi pelaporan capaian Key Performance Indicator (KPI) Triwulan II (Q2) serta penekanan program Triwulan III (Q3). Dalam kesempatan tersebut, 21 majelis dan lembaga serta 6 Ortom Muhammadiyah Sragen menyampaikan capaian kinerja, progres program, kendala yang dihadapi, serta langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengoptimalkan pelaksanaan program pada Triwulan III.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua PDM Sragen, K.H. Ali Rosyidi, S.Pd., M.M., mengingatkan bahwa amanah kepengurusan periode ini tinggal menyisakan waktu yang relatif singkat sehingga seluruh majelis, lembaga, dan ortom diharapkan memaksimalkan pelaksanaan program yang telah diamanahkan. &#8220;Amanah yang diberikan kepada kita tinggal sebentar lagi. Pada kesempatan ini mohon laporan majelis, lembaga, dan ortom yang merupakan amanah yang harus kita laksanakan pada periode ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga berharap seluruh majelis, lembaga, dan ortom Muhammadiyah Sragen terus mengambil peran strategis dalam memberdayakan umat. Melalui sinergi dan optimalisasi program kerja pada sisa masa kepengurusan, Muhammadiyah Sragen diharapkan mampu menghadirkan program-program yang berdampak, memperkuat persyarikatan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahsragen.or.id/muhammadiyah-sragen-gelar-rapat-kerja-bahas-capaian-kpi-q2-majelis-lembaga-dan-ortom/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Maksiat Pertama</title>
		<link>https://muhammadiyahsragen.or.id/bukan-maksiat-pertama/</link>
					<comments>https://muhammadiyahsragen.or.id/bukan-maksiat-pertama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mpiadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kultum - Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[#kultum]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammadiyahsragen]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammdiyahberkemajuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahsragen.or.id/?p=2429</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Muhuhammad Nursalim Kalau ada orang selingkuh ketahuan. Atau korupsi ketangkap. Atau maksiat terbongkar. Dipastikan itu dilakukan bukan yang pertama. Itulah logika Umar bin Khatab. Saat dihadapkan kepadanya seorang pencuri. Sebagaimana disebut dalam kitab Al Muhala karya Ibn Hazm berikut: المحلى &#8211; (ج 11 / ص 158)عن أنس بن مالك قال: أتى عمر بن الخطاب ... <a title="Bukan Maksiat Pertama" class="read-more" href="https://muhammadiyahsragen.or.id/bukan-maksiat-pertama/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Bukan Maksiat Pertama">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Oleh: Muhuhammad Nursalim </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau ada orang selingkuh ketahuan. Atau korupsi ketangkap. Atau maksiat terbongkar. Dipastikan itu dilakukan bukan yang pertama. Itulah logika Umar bin Khatab. Saat dihadapkan kepadanya seorang pencuri. Sebagaimana disebut dalam kitab Al Muhala karya Ibn Hazm berikut:</p>



<p class="wp-block-paragraph">المحلى &#8211; (ج 11 / ص 158)<br>عن أنس بن مالك قال: أتى عمر بن الخطاب بسارق فقال: والله ما سرقت قبلها فقال له عمر: كذبت ورب عمر ما أخذ الله عبدا عند أول ذنب * وبه إلى ابن وهب عن عبد الله ابن سمعان بهذا وأن علي بن أبي طالب قال له: الله أحلم من أن يأخذ عبده في اول ذنب يا أمير المؤمنين فأمر به عمر فقطع فلما قطع قام إليه علي بن أبي طالب فقال له: أنشدك الله كم سرقت من مرة؟ قال له: احدى وعشرين مرة<br>.<br>Dari Anas bin Malik, ia berkata: Seorang pencuri dihadapkan kepada Umar bin al-Khattab. Pencuri itu berkata, &#8220;Demi Allah, aku belum pernah mencuri sebelum kali ini.&#8221; Umar menjawab, &#8220;Engkau berdusta! Demi Tuhan Umar, Allah tidak akan menghukum seorang hamba pada dosa yang pertama.&#8221;<br>Dengan sanad yang sama melalui Abdullah bin Wahb dari Abdullah bin Sam&#8217;an disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib berkata kepada Umar: &#8220;Allah lebih penyantun daripada menghukum hamba-Nya pada dosa yang pertama, wahai Amirul Mukminin.&#8221; Maka Umar memerintahkan agar tangan pencuri itu dipotong. Setelah hukuman dilaksanakan, Ali mendatanginya lalu berkata: &#8220;Aku memintamu demi Allah, sudah berapa kali engkau mencuri?&#8221; Orang itu menjawab: &#8220;Dua puluh satu kali.&#8221;</p>



<pre class="wp-block-code"><code>Jawaban itu membenarkan logika Umar. Ternyata pencurian yang membuatnya tertangkap bukanlah pencurian pertama, melainkan pencurian yang kedua puluh satu. Allah menutup aib manusia itu berkali-kali. Allah adalah As-Sattār, Dzat Yang Maha Menutup aib hamba-Nya. Betapa banyak dosa yang dilakukan manusia namun tidak langsung dipermalukan di hadapan orang lain.</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Seseorang mungkin telah berkali-kali menerima suap sebelum akhirnya tertangkap operasi tangkap tangan. Seorang koruptor mungkin telah bertahun-tahun menggerogoti uang negara sebelum akhirnya terendus aparat. Seorang pezina mungkin telah berkali-kali berbuat maksiat sebelum perselingkuhannya terbongkar. Seorang pembohong mungkin telah berulang kali berdusta sebelum akhirnya kedoknya terbuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Allah tidak tergesa-gesa membuka aib manusia. Dia memberi kesempatan untuk berhenti, menyesal, dan bertaubat. Karena itu Ali berkata, &#8220;Allah lebih penyantun daripada menghukum hamba-Nya pada dosa yang pertama.&#8221; Ketika sudah kebangetan. Barulah aib itu dibongkar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam ilmu kriminologi dikenal istilah bahwa kejahatan yang terungkap hanyalah sebagian kecil dari kejahatan yang sebenarnya terjadi. Yang Terbongkar Hanyalah Puncak Gunung Es. Begitu pula dalam kehidupan. Yang viral hanyalah satu video. Yang terbongkar hanyalah satu rekening. Yang diketahui publik hanya satu perselingkuhan. Padahal bisa jadi di belakangnya ada puluhan, bahkan ratusan perbuatan yang selama ini tersembunyi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah sebabnya Umar tidak mudah percaya kepada pengakuan pencuri. Beliau memahami tabiat manusia. Dosa yang sudah menjadi kebiasaan biasanya baru ketahuan setelah dilakukan berkali-kali. Ucapan Umar lebih merupakan firasat terhadap tabiat manusia. Beliau membaca bahwa sangat kecil kemungkinan seseorang langsung tertangkap pada percobaan pertamanya. Dan fakta membuktikan firasat itu benar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu jangan pernah merasa aman karena dosa kita belum diketahui orang lain. Bisa jadi Allah sedang menutupinya. Ia memberi waktu kepada hambanya untuk kembali dan menyadari atas kesalahan yang dilakukan. Tetapi jika kesempatan demi kesempatan diabaikan, suatu saat Allah membuka tabir yang selama ini menutupi aib itu. Ketika saat itu tiba, bukan hanya hukuman yang datang, melainkan juga hilangnya kehormatan yang selama bertahun-tahun dijaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka, ketika membaca berita si fulan ditangkap KPK, atau si anu dicokok aparat karena narkoba. Jangan bertepuk tangan dan marasa aman. Barangkali perbedaan antara kita dengan mereka hanya ini: Dosa mereka telah dibuka oleh Allah, sedangkan dosa kita masih ditutupi-Nya. Selama tabir itu belum disingkap, berhentilah maksiat. Jangan menunggu mengulangi ke duapauluh satu. Yang akhirnya viral sehingga kehormatan kita hancur di masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahsragen.or.id/bukan-maksiat-pertama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Muhammadiyah Berkemajuan, Muhammadiyah Sragen Gelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital dan Sosialisasi Satu Data Muhammadiyah</title>
		<link>https://muhammadiyahsragen.or.id/wujudkan-muhammadiyah-berkemajuan-muhammadiyah-sragen-gelar-pelatihan-manajemen-reputasi-digital-dan-sosialisasi-satu-data-muhammadiyah/</link>
					<comments>https://muhammadiyahsragen.or.id/wujudkan-muhammadiyah-berkemajuan-muhammadiyah-sragen-gelar-pelatihan-manajemen-reputasi-digital-dan-sosialisasi-satu-data-muhammadiyah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mpiadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kegiatan PDM]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammadiyahsragen]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammdiyahberkemajuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahsragen.or.id/?p=2432</guid>

					<description><![CDATA[Sragen, 1 Agustus 2026 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen berkolaborasi dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Sragen sukses menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi dan Sosialisasi Satu Data Muhammadiyah. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam enam kloter ini resmi ditutup pada Sabtu (1/8/2026) di SMA Trensains Muhammadiyah Sragen. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur ... <a title="Wujudkan Muhammadiyah Berkemajuan, Muhammadiyah Sragen Gelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital dan Sosialisasi Satu Data Muhammadiyah" class="read-more" href="https://muhammadiyahsragen.or.id/wujudkan-muhammadiyah-berkemajuan-muhammadiyah-sragen-gelar-pelatihan-manajemen-reputasi-digital-dan-sosialisasi-satu-data-muhammadiyah/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Wujudkan Muhammadiyah Berkemajuan, Muhammadiyah Sragen Gelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital dan Sosialisasi Satu Data Muhammadiyah">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sragen, 1 Agustus 2026 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen berkolaborasi dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Sragen sukses menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi dan Sosialisasi Satu Data Muhammadiyah. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam enam kloter ini resmi ditutup pada Sabtu (1/8/2026) di SMA Trensains Muhammadiyah Sragen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur pimpinan dari 20 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), 215 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan seluruh AUM ( Amal Usaha Muhammadiyah) se-Kabupaten Sragen. Pembagian peserta ke dalam enam kloter dilakukan agar penyampaian materi dan pendampingan dapat berlangsung lebih efektif sehingga seluruh pimpinan memperoleh pemahaman yang sama mengenai penguatan identitas digital dan pengelolaan data organisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi Manajemen Reputasi Digital Organisasi yang menitikberatkan pada penerapan Brand ID Muhammadiyah sebagai identitas visual resmi organisasi. Materi ini memberikan pemahaman tentang pentingnya penggunaan identitas visual yang seragam agar citra Muhammadiyah di berbagai media digital semakin kuat, profesional, dan mudah dikenali masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesi berikutnya dilanjutkan dengan Sosialisasi Satu Data Muhammadiyah yang bertujuan mewujudkan pengelolaan data organisasi yang terintegrasi. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pendampingan migrasi e-KTA Muhammadiyah, di mana peserta dibimbing langsung oleh tim penyelenggara agar proses migrasi data anggota dapat berjalan dengan lancar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Muhammadiyah Sragen, Drs. H. Warjito, M.Pd., berharap kegiatan ini menjadi langkah awal yang memperkuat transformasi digital Muhammadiyah di Sragen. &#8220;Kegiatan ini semoga menjadikan Muhammadiyah Sragen semakin berkemajuan dan semakin mampu berkompetisi di dunia digital,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui pelatihan ini, PDM Sragen berharap seluruh pimpinan cabang dan ranting dapat menerapkan identitas visual Muhammadiyah secara konsisten sekaligus mendukung terwujudnya Satu Data Muhammadiyah yang tertib, akurat, dan terintegrasi sebagai fondasi penguatan organisasi di era digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahsragen.or.id/wujudkan-muhammadiyah-berkemajuan-muhammadiyah-sragen-gelar-pelatihan-manajemen-reputasi-digital-dan-sosialisasi-satu-data-muhammadiyah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PCM dan PCA Sumberlawang Studi Tiru ke PCM Waleri Kendal, Menguatkan Sinergi dan Inovasi Pengembangan AUM</title>
		<link>https://muhammadiyahsragen.or.id/pcm-dan-pca-sumberlawang-studi-tiru-ke-pcm-waleri-kendal-menguatkan-sinergi-dan-inovasi-pengembangan-aum/</link>
					<comments>https://muhammadiyahsragen.or.id/pcm-dan-pca-sumberlawang-studi-tiru-ke-pcm-waleri-kendal-menguatkan-sinergi-dan-inovasi-pengembangan-aum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mpiadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 02:45:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammadiyahsragen]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammdiyahberkemajuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahsragen.or.id/?p=2423</guid>

					<description><![CDATA[Kendal, 2 Agustus 2026 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumberlawang bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sumberlawang melaksanakan kegiatan studi tiru ke PCM Waleri, Kabupaten Kendal, pada Ahad (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus menggali berbagai praktik terbaik dalam pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Sebanyak 95 peserta yang terdiri atas ... <a title="PCM dan PCA Sumberlawang Studi Tiru ke PCM Waleri Kendal, Menguatkan Sinergi dan Inovasi Pengembangan AUM" class="read-more" href="https://muhammadiyahsragen.or.id/pcm-dan-pca-sumberlawang-studi-tiru-ke-pcm-waleri-kendal-menguatkan-sinergi-dan-inovasi-pengembangan-aum/" aria-label="Baca selengkapnya tentang PCM dan PCA Sumberlawang Studi Tiru ke PCM Waleri Kendal, Menguatkan Sinergi dan Inovasi Pengembangan AUM">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kendal, 2 Agustus 2026 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumberlawang bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sumberlawang melaksanakan kegiatan studi tiru ke PCM Waleri, Kabupaten Kendal, pada Ahad (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus menggali berbagai praktik terbaik dalam pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 95 peserta yang terdiri atas unsur pimpinan PCM, PCA, serta para pengelola Amal Usaha Muhammadiyah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dengan menggunakan dua armada bus, rombongan berangkat penuh semangat untuk belajar, memperluas wawasan, dan mempererat tali silaturahmi antarcabang Muhammadiyah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setibanya di PCM Waleri, rombongan disambut dengan hangat oleh jajaran pimpinan dan pengelola AUM. Suasana kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan yang diisi dengan dialog, diskusi, pemaparan pengalaman, serta kunjungan langsung ke sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah yang telah berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh banyak inspirasi mengenai strategi membangun organisasi yang solid, tata kelola AUM yang profesional, serta langkah-langkah pengembangan lembaga pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai unit usaha lainnya agar semakin mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menjadi sarana berbagi pengalaman, studi tiru ini juga membuka ruang untuk bertukar gagasan dan memperkuat jejaring antarcabang Muhammadiyah. Semangat saling belajar dan berkolaborasi diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru yang dapat diterapkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan PCM Sumberlawang.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="868" height="652" src="https://muhammadiyahsragen.or.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-03-at-09.41.46-3.jpeg" alt="whatsapp image 2026 08 03 at 09.41.46 (3)" class="wp-image-2427" srcset="https://muhammadiyahsragen.or.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-03-at-09.41.46-3.jpeg 868w, https://muhammadiyahsragen.or.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-03-at-09.41.46-3-300x225.jpeg 300w, https://muhammadiyahsragen.or.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-03-at-09.41.46-3-768x577.jpeg 768w" sizes="(max-width: 868px) 100vw, 868px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua rombongan menyampaikan rasa terima kasih kepada PCM Waleri atas sambutan yang hangat, keterbukaan dalam berbagi pengalaman, serta semangat kebersamaan yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung. Nilai-nilai tersebut menjadi cerminan budaya Muhammadiyah yang senantiasa mengedepankan ukhuwah, kemajuan, dan kerja sama dalam memajukan persyarikatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil dari studi tiru ini diharapkan tidak hanya menjadi tambahan pengetahuan, tetapi juga menjadi pemantik lahirnya langkah-langkah nyata dalam memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas Amal Usaha Muhammadiyah di Sumberlawang. Dengan semangat tajdid dan kolaborasi, Muhammadiyah diharapkan terus mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi umat serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Studi tiru bukan sekadar berkunjung, tetapi menjadi momentum untuk belajar, menginspirasi, dan menggerakkan perubahan. Dari Waleri, PCM dan PCA Sumberlawang pulang membawa semangat baru untuk mewujudkan Muhammadiyah yang semakin maju, profesional, dan mencerahkan.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahsragen.or.id/pcm-dan-pca-sumberlawang-studi-tiru-ke-pcm-waleri-kendal-menguatkan-sinergi-dan-inovasi-pengembangan-aum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Islam Tidak Berubah, Cara Memahaminya Terus Berkembang: Bayani, Burhani, dan Irfani dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah</title>
		<link>https://muhammadiyahsragen.or.id/islam-tidak-berubah-cara-memahaminya-terus-berkembang-bayani-burhani-dan-irfani-dalam-manhaj-tarjih-muhammadiyah/</link>
					<comments>https://muhammadiyahsragen.or.id/islam-tidak-berubah-cara-memahaminya-terus-berkembang-bayani-burhani-dan-irfani-dalam-manhaj-tarjih-muhammadiyah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mpiadmin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 03:50:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammadiyahsragen]]></category>
		<category><![CDATA[#muhammdiyahberkemajuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahsragen.or.id/?p=2410</guid>

					<description><![CDATA[Dunia bergerak semakin cepat. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transaksi digital, media sosial, hingga berbagai inovasi teknologi terus mengubah cara manusia bekerja, belajar, hingga cara memahami agama. Belum selesai satu persoalan dipahami, persoalan baru kembali muncul. Perubahan yang dahulu berlangsung dalam hitungan tahun, kini terjadi hanya dalam hitungan bulan, bahkan hari. Di tengah perubahan tersebut, muncul ... <a title="Islam Tidak Berubah, Cara Memahaminya Terus Berkembang: Bayani, Burhani, dan Irfani dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah" class="read-more" href="https://muhammadiyahsragen.or.id/islam-tidak-berubah-cara-memahaminya-terus-berkembang-bayani-burhani-dan-irfani-dalam-manhaj-tarjih-muhammadiyah/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Islam Tidak Berubah, Cara Memahaminya Terus Berkembang: Bayani, Burhani, dan Irfani dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dunia bergerak semakin cepat. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transaksi digital, media sosial, hingga berbagai inovasi teknologi terus mengubah cara manusia bekerja, belajar, hingga cara memahami agama. Belum selesai satu persoalan dipahami, persoalan baru kembali muncul. Perubahan yang dahulu berlangsung dalam hitungan tahun, kini terjadi hanya dalam hitungan bulan, bahkan hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah perubahan tersebut, muncul pertanyaan yang semakin sering terdengar: apakah Islam masih mampu menjawab tantangan zaman? Ataukah ajaran agama hanya relevan untuk persoalan yang terjadi pada masa lalu?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Muhammadiyah memandang persoalan ini dengan cara yang berbeda. Dalam memahami agama, Muhammadiyah menggunakan <strong>pendekatan pemikiran bayani, burhani, dan irfani</strong>. Sehingga islam tidak pernah kehilangan relevansinya. Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah tetap menjadi pedoman sepanjang zaman. Yang terus berubah bukanlah ajaran Islam, melainkan persoalan dan realitas kehidupan manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pendekatan Bayani: Berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan <strong>Bayani</strong> merupakan pendekatan yang menempatkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber utama dalam memahami ajaran Islam. Setiap persoalan dikaji dengan merujuk kepada petunjuk wahyu melalui kaidah tafsir, pemahaman hadis, dan metode istinbath yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam perspektif Muhammadiyah, pendekatan ini menjadi landasan pokok dalam persoalan-persoalan yang telah memiliki ketentuan syariat yang jelas, sehingga pemahaman dan keputusan keagamaan tetap berada dalam koridor dalil yang sahih.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pendekatan Burhani: Pendekatan Rasional dan Ilmiah</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan <strong>Burhani</strong> menekankan pentingnya penggunaan akal dan ilmu pengetahuan dalam memahami realitas kehidupan. Pendekatan ini memberikan ruang bagi data empiris, hasil penelitian, dan perkembangan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari proses ijtihad, terutama dalam menghadapi persoalan-persoalan kontemporer yang terus berkembang. Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah berupaya menghadirkan pemikiran keislaman yang responsif terhadap perubahan zaman tanpa melepaskan pijakan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pendekatan Irfani: Pendekatan Spiritual dan Moral</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan <strong>Irfani</strong> menekankan dimensi spiritual dan moral dalam memahami ajaran Islam. Kejernihan hati, kepekaan nurani, dan kedalaman akhlak dipandang sebagai unsur penting agar pemahaman keagamaan tidak berhenti pada aspek tekstual dan rasional semata. Dalam pandangan Muhammadiyah, pendekatan ini berfungsi memperkuat nilai-nilai ihsan, kebijaksanaan, dan kemaslahatan, sehingga keputusan keagamaan tidak hanya benar secara dalil dan logika, tetapi juga menghadirkan manfaat serta rahmat bagi kehidupan manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Muhammadiyah tidak memandang <strong>Bayani, Burhani, dan Irfani</strong> sebagai tiga pendekatan yang berdiri sendiri atau digunakan secara bergantian. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi dalam proses memahami dan merumuskan pandangan keislaman. Melalui perpaduan ketiga pendekatan tersebut, Muhammadiyah berupaya menghadirkan pemahaman Islam yang tetap berpijak pada wahyu, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta memiliki kedalaman nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Integrasi inilah yang menjadikan Muhammadiyah mampu merespons berbagai persoalan kontemporer tanpa kehilangan pijakan pada Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah. Dengan menjaga keseimbangan antara teks keagamaan, realitas kehidupan, dan dimensi spiritual, Muhammadiyah terus mengembangkan dakwah dan gerakan tajdid yang relevan, berkemajuan, serta memberikan kemaslahatan bagi umat dan bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Afifi Fauzi Abbas. (2012). Integrasi Pendekatan Bayani, Burhani, dan irfani dalam Ijtihad Muhammadiyah. <em>AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah</em>, <em>12</em>(1), 51–68.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ilham, I. (2021). <em>Apa Arti Bayani, Burhani dan Irfani Menurut Manhaj Tarjih Muhammadiyah?</em> Muhammadiyah.or.id</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahsragen.or.id/islam-tidak-berubah-cara-memahaminya-terus-berkembang-bayani-burhani-dan-irfani-dalam-manhaj-tarjih-muhammadiyah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
