Khutbah: Pahlawan yang terkenal di langit walupun tidak dikenal di bumi

No Comments

Photo of author

By mpiadmin

Oleh: Muh. Nursalim

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رُسُلَهُ هُدًى لِلْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ

أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
.
Jamaah Jum’at rahimakumullah,

Di setiap peringatan kemerdekaan, kita mengenang jasa para pahlawan. Nama-nama besar diabadikan dalam buku sejarah, jalan-jalan, gedung, dan monumen. Tetapi sesungguhnya, tidak semua pahlawan dikenal manusia. Ada banyak orang yang berjasa, namun namanya tidak pernah tercatat. Mereka bekerja dalam diam, berkorban tanpa sorotan, dan wafat tanpa diketahui makamnya.

Ternyata, hal itu juga terjadi pada para nabi dan rasul. Sebagaimana firman Allah dalam surat an nisa 164.

وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا [النساء/164]

“Dan ada rasul-rasul yang telah Kami kisahkan kepadamu sebelumnya, dan ada pula rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan kepadamu. Dan Allah telah berbicara langsung kepada Musa.” (QS. An-Nisa’: 164)

Dengan mengutip sebuah hadis dari Abu Dzar, Ibnu Katsir memberi penjelasan berapa jumlah nabi dan rasul yang pernah di utus Allah di muka bumi ini.

تفسير ابن كثير – (ج 2 / ص 471)
قال: قلت: يا رسول الله، كم الأنبياء؟ قال: “مائة ألف وأربعة وعشرون ألفا” قال: قلت: يا رسول الله، كم الرسل من ذلك؟ قال: “ثلاثمائة، وثلاثة عشر جمٌّ غَفيرٌ كثير طيب

Aku (Abu Dzar) berkata, ‘Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para nabi?’ Beliau menjawab, ‘Seratus dua puluh empat ribu.’ Aku bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para rasul di antara mereka?’ Beliau menjawab, ‘Tiga ratus tiga belas orang; suatu jumlah yang sangat besar, banyak, dan baik.'”

Ayat ini mengajarkan sesuatu yang sangat mendalam. Allah sendiri memberitahukan bahwa tidak semua rasul diceritakan kepada kita. Sebagian dikenal, tetapi sebagian besar tidak dikenal. Artinya, ada ratusan rasul bahkan puluhan ribu nabi yang namanya tidak kita ketahui. Padahal mereka adalah manusia-manusia pilihan Allah. Mereka berdakwah, menghadapi hinaan, penderitaan, ancaman bahkan pembunuhan. Tetapi nama mereka tidak diabadikan dalam Al-Qur’an.

Mengapa?

Karena ukuran kemuliaan di sisi Allah bukanlah popularitas, melainkan keikhlasan.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Di zaman sekarang, banyak orang berlomba-lomba agar dirinya terkenal. Bahkan saat ibadah pun sibuk mendokumentasikan untuk diviralkan. Padahal para nabi yang tidak disebutkan namanya itu mengajarkan bahwa berjuang tidak harus terkenal.

Mungkin di kampung kita ada guru ngaji yang mengajar puluhan tahun tanpa menerima gaji. Tidak ada berita tentang dirinya. Ada marbot masjid yang setiap hari membuka pintu masjid, membersihkan lantai, mengumandangkan azan dan tidak pernah mendapat penghargaan.

Ada ibu yang membesarkan anak-anaknya dengan penuh kesabaran hingga menjadi orang-orang saleh. Ada ayah yang bekerja siang malam demi keluarganya, menjaga kehalalan rezeki. Ada petani yang menanam padi sehingga orang lain dapat makan. Mereka mungkin tidak dikenal masyarakat, tetapi dikenal oleh Allah.

Jamaah rahimakumullah,

Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini juga demikian. Sejarah hanya mencatat sebagian nama pahlawan. Padahal, berapa banyak pejuang yang gugur tanpa makam yang diketahui? Berapa banyak rakyat biasa yang memberi makan para pejuang, menyembunyikan mereka, mengorbankan harta, bahkan nyawa, tetapi tidak pernah masuk buku sejarah?

Mereka adalah pahlawan yang tidak dikenal manusia, tetapi tidak pernah dilupakan oleh Allah. Karena itu, jangan pernah berhenti berbuat baik hanya karena tidak dipuji. Jangan berhenti mengabdi hanya karena tidak dihargai. Jangan kecewa ketika jasa kita dilupakan manusia. Sebab tujuan seorang mukmin beramal bukan agar dikenang manusia, tetapi agar diterima oleh Allah.

Ada sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah sebagai berikut

سنن ابن ماجه – (ج 12 / ص 138)
مُعَاذَ بْنَ َقَالَ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الأَبْرَارَ الأَتْقِيَاءَ الأَخْفِيَاءَ الَّذِينَ إِذَا غَابُوا لَمْ يُفْتَقَدُوا وَإِنْ حَضَرُوا لَمْ يُدْعَوْا وَلَمْ يُعْرَفُوا قُلُوبُهُمْ مَصَابِيحُ الْهُدَى يَخْرُجُونَ مِنْ كُلِّ غَبْرَاءَ مُظْلِمَةٍ

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata. Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba yang baik, bertakwa, dan tidak suka menonjolkan diri. Apabila mereka tidak hadir, mereka tidak dicari. Apabila mereka hadir, mereka tidak dipanggil dan tidak dikenal. Hati mereka adalah obornya petunjuk. Mereka keluar dari setiap kegelapan yang pekat.

Pahlawan yang terkenal di langit meski dibumi tidak diketahui. Mereka ikhlas berjuang. Mereka tetap berbuat baik meskipun tidak ada yang melihat. Tetap bekerja meskipun tidak ada yang memuji. Tetap berkarya meskipun tidak ada yang memuja. Mereka tidak menuntut popularitas. Mereka hanya mengharap ridha Allah.

Semoga kita menjadi pahlawan bagi keluarga kita, bagi masjid kita, bagi masyarakat kita. Walaupun nama kita tidak pernah masuk sejarah, mudah-mudahan nama kita tercatat di sisi Allah sebagai hamba yang ikhlas.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ؛

فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرُ زَادٍ لِيَوْمِ الْمَعَادِ، وَهِيَ وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَعْمَالَنَا كُلَّهَا صَالِحَةً، وَلِوَجْهِكَ خَالِصَةً، وَلَا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ فِيهَا شَيْئًا. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ، وَاجْعَلْ ذِكْرَنَا عِنْدَكَ خَيْرًا مِنْ ذِكْرِ النَّاسِ لَنَا، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Tinggalkan komentar