WONOSOBO – Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, KH. Sutarno, S.Th.I., M.H., membersamai kegiatan rihlah Keluarga Besar Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Sragen di kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada 5–6 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menyegarkan semangat keluarga besar Lazismu Sragen dalam menjalankan amanah pelayanan kepada umat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan berkumpulnya rombongan di Masjid Raya Al-Falah Sragen sebelum bertolak menuju kawasan Dieng. Setibanya di lokasi, rombongan mengunjungi sejumlah destinasi wisata, di antaranya Taman Langit, Kompleks Candi Arjuna, Kawah Sikidang, dan Telaga Menjer.
Selain menjadi sarana rekreasi bersama, rihlah ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga besar Lazismu Sragen untuk memperkuat hubungan kekeluargaan di tengah aktivitas pelayanan sosial dan kemanusiaan. Kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru dalam mengemban amanah Persyarikatan Muhammadiyah.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Sutarno menyampaikan harapannya agar kegiatan rihlah ini dapat memberikan dampak positif terhadap semangat pengabdian keluarga besar Lazismu Sragen.
“Harapannya, melalui kegiatan ini, Lazismu Kabupaten Sragen semakin semangat dalam melayani umat. Sebagaimana semboyan kita, ‘Layani umat, maka engkau akan dilayani di akhirat,’” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan kepada umat bukan sekadar tugas organisasi, melainkan juga bagian dari ibadah dan bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Oleh karena itu, semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus terjaga dan diwujudkan dalam pelayanan yang semakin baik, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan rihlah ini, keluarga besar Lazismu Sragen diharapkan semakin solid dalam menjalankan berbagai program sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, serta terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
